LAPORAN REMIDIAL JARINGAN KOMPUTER
SELASA, 4 JULI 2012
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Situasi
persaingan bidang Teknologi Informasi membuat semua kalangan berlomba-lomba
untuk menjadi yang terbaik. Dimulai dari produk sistem informasi yang berbasis
konsol (DOA) maupun yang berbasis Window. Perusahaan-perusahaan telah melirik
ke arah pengembangan sistem informasi yang berbasis window, selain
penggunaannya tidak sulit, fungsi dan fasilitasnya sudah memenuhi kebutuhan mereka.
Seperti kalau dilihat pada masa lalu, perusahaaan menggunakan aplikasi dos untuk pelayanan terhadap
customernya. Selain penggunaannya yang berbelit-belit, penampilan dan
fasilitasnya tidak memenuhi kebutuhan mereka.
Ambil
sebuah contoh kasus sederhana. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang elektronika. Perusahaan terserbut memiliki
bagian-bagian kerja yang saling berkait. Ada bagian keuangan yang mengatur
pengeluaran dan pemasukkan perusahaan, ada bagian produksi yang hanya
memproduksi saja, ada bagian personalia yang mengatur jumlah dan kinerja para
karyawan, dan ada bagian pemasaran yang akan menawarkan produk ke konsumen.
Bayangkan, jika perusahaan tersebut tidak mempunyai sistem informasi yang baik
untuk pengelolaan perusahaannya, bagaimana bagian pemasarannya bisa bekerja jika informasi dari bagian
produksi tidak cepat diterima atau tidak sama sekali, bagaimana bagian produksi
bisa menghasilkan sebuah produk yang baik jika informasi kinerja dan kebutuhan
pegawai produksi lambat diterima oleh bagian personalia, dan bagaimana bagian
keuangan bisa menerima dan mengeluarkan dana jika informasi dari personalia dan
pemasaran tidak jelas diterima. Maka
akan terjadi inefisiensi dari perusahaan tersebut, baik dari segi waktu, maupun
dari segi materi.
Masalah
di atas banyak terjadi di perusahaan-perusahaan, untuk itu perlu dirancang
sebuah sistem informasi yang tepat untuk mengelola alur kerja di perusahaan
tersebut. Analisa penyebab keterlambatan penyampaian informasi, misalkan
informasi yang digunakan masih menggunakan
kertas, tidak terkomputerisasi, atau data yang dimasukkan tiap-tiap bagian
tidak terintegrasi ke satu tempat, sehingga menyebabkan data yang ada di tiap
bagian itu berbeda satu sama lain. Dikarenakan keadaan inilah Beberapa
pengembang meningkatakan kemampuan mereka dengan mendalami software yang
berbasis window untuk membangun sebuah sistem informasi yang dapat memenuhi
kebutuhan customer. Salah satu software pengembang yang mampu memberikan hal itu
adalah UAS JARINAGAN KOMPUTER. UAS JARINAGAN KOMPUTER memiliki
fasilitas-fasilitas yang penuh dalam mendukung pengembang software sistem
informasi, selain mampu untuk aplikasi-aplikasi yang sederhana, ia juga mampu
untuk pengembangan softaware yang berorientasikan database standalone (tunggal)
maupun client-server (database jaringan).
Ini
mencakup jumlah minimum yang di perlukan oleh mahasiswa untuk tugas tugas
pemograman, dalam situasi seperti ini aplikasi PAKET TRACER adalah salah satu
pemecahan masalahnya (paling sederhana). Setiap sebelum melakukan pekerjaan, sangat
di perlukan sekali sebuah pengenalan terhadap sebuah konsep dan komponen komponen
aplikasi tersebut guna memahami untuk mencapai target pekerjaan yang di buat
nanti, akan lebih mudah di kerjakan apabila permasalahn dan alur pekerjaan
jelas dan dimengerti.
DASAR TEORI
Pengertian Paket Tracer
Cisco Paket Tracer 5.3 adalah sebuah solusi bagi para
pembelajar cisco untuk membuat konsep jaringan sementara, mungkin bisa juga di
terapkan untuk implementasi sebenarnya sebelum membuat jaringan yang benar-benar
nyata.
Packet tracer melengkapi kurikukum Networking Academy di cisco untuk
mempermudah pengajaran, menunjukkan konsep teknis yang rumit dan merancang
sistem jaringan dengan jumlah perangkat yang hampir tak terbatas, mendorong
praktik, penemuan, dan pemecahan masalah. Siswa dapat membangun,
mengkonfigurasi, dan atasi masalah jaringan menggunakan peralatan virtual dan
koneksi disimulasikan, sendiri atau bekerja sama dengan siswa lain. Yang paling
penting, Packet Tracer membantu siswa dan instruktur menciptakan dunia mereka
sendiri jaringan virtual "" untuk eksplorasi, eksperimen, dan
penjelasan tentang konsep dan teknologi jaringan.
Versi saat ini dari Packet Tracer mendukung sebuah array dari simulasi protokol
lapisan Aplikasi , serta dasar routing dengan RIP, OSPF, dan EIGRP, sejauh yang
diperlukan oleh kurikulum CCNA saat ini. Sementara Packet Tracer bertujuan
untuk memberikan simulasi realistis dari jaringan fungsional, aplikasi ini
hanya menggunakan sejumlah kecil dari fitur yang ditemukan dalam perangkat
keras yang sebenarnya menjalankan Cisco IOS saat ini. Dengan demikian, Pengusut
Paket yang cocok untuk jaringan produksi model. Dengan diperkenalkannya versi
5.3, beberapa fitur baru yang ditambahkan, termasuk BGP. BGP bukan bagian dari
kurikulum CCNA. Ini adalah bagian dari kurikulum CCNP.
Berikut apa saja fasilitas yang baru di Packet Tracer 5.3
* Improved Linksys models, wireless security
* New PPPoE, enhanced IPSec, Cable and DSL enhancements
* Call Manager Express (VOIP support)
* FTP server and routers/switches -Server and Client
* Email system (SMTP –POP3) -Server and Client
* Improved multiareaOSPF, EIGRP
* BGP–realistic representation of Internet for scenarios
* Generic IP end devices –to create more versatility in device creation
* Activity Wizard Initial Tree enhancements –more scenario variations
TOPOLOGI DIAGRAM
Pengertian Routers
Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk
membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router
maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh
aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan
maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya
fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP,
maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya
NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau
koneksi internet disharing ke IP Address lain.
Pengertian Switch
Switch adalah komponen jaringan yang di gunakan untuk
menghubungkan beberapa HUB untuk membentuk jaringan yang lebih besar atau
menghubungkan komputer2 yang mempunyai kebutuhan bandwidth yang besar. Switch
memberikan unjuk kerja yang jauh lebih baik dari pada HUB dengan harga yang
sama atau sedikit lebih mahal.
Pengertian Hub
Hub Alat
penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub
digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk
menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket
yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg
sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket
tersebut. Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch.
Alasan penggantian ini biasanya adalah karena hub mempunyai kecepatan transfer
data yang lebih lambat daripada switch. Hub dan switch mempunyai kecepatan
transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch sudah dikembangkan sampai
kecepatan 1 Gbps.
Pengertian Wirelles
Wi-Fi (baca: wai-fai), Wi-Fi merupakan
kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu
komplotan standar
yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local
Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar
terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang
dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan
mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.
Perancangan Dan Pembuatan
Mengatur IP addres
Dapat dilakukan dengan cara membuka
PC1-PC7
1. Konfigurasi Switch
Switch>enable
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#hostname S1
S1(config)#enable secret class
S1(config)#no ip domain-lookup
S1(config)#line console 0
S1(config-line)#password
cisco
S1(config-line)#login
S1(config-line)#line
vty 0 15
S1(config-line)#password
cisco
S1(config-line)#login
S1(config-line)#end
%SYS-5-CONFIG_I:
Configured from console by console
S1#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration…
[OK]
Ulangi prosedur di atas untuk meng-konfigurasi S2 dan S3
2. Konfigurasi Router
Router#configure terminal
Router(config)#
Router(config)#hostname R1
R1(config)#no ip domain-lookup
R1(config)#enable secret class
R1(config)#line vty 0 4
R1(config-line)#password
cisco
R1(config-line)#login
R1(config-line)#exit
Ulangi prosedur diatas pada R2, R3, R4 dan ISP Route
3. Konfigurasi VTP pada switch
-Konfigurasi S1 menjadi mode server :
S1(config)#vtp
mode server
Device mode already VTP SERVER.
S1(config)#vtp CCNA
Changing VTP domain name from NULL to CCNA
S1(config)#vtp password cisco
Setting device
VLAN database password to cisco
S1(config)#end
-Konfigurasi S2 menjadi mode client :
S2(config)#vtp mode client
Setting device
to VTP CLIENT mode
S2(config)#vtp CCNA
Changing VTP domain name from NULL to CCNA
S2(config)#vtp password cisco
Setting device
VLAN database password to cisco
S2(config)#end
-Konfigurasi S2 menjadi mode client :
S3(config)#vtp mode client
Setting device
to VTP CLIENT mode
S3(config)#vtp domain Lab5
Changing VTP domain name from NULL to CCNA
S3(config)#vtp password cisco
Setting device
VLAN database password to cisco
S3(config)#end
4. Konfigurasi Trunking Protocol sesuai topologi
Ketikkan perintah berikut :
S1(config)#interface range fa0/1-5
S1(config-if-range)#switchport
mode trunk
S1(config-if-range)#switchport
trunk native vlan 99
S1(config-if-range)#no
shutdown
S1(config-if-range)#end
S2(config)# interface range fa0/1-5
S2(config-if-range)#switchport mode trunk
S2(config-if-range)#switchport trunk native vlan 99
S2(config-if-range)#no shutdown
S2(config-if-range)#end
S3(config)#
interface range fa0/1-5
S3(config-if-range)#switchport
mode trunk
S3(config-if-range)#switchport
trunk native vlan 99
S3(config-if-range)#no
shutdown
S3(config-if-range)#end
Berikutnya kita buat VLAN pada S1 dengan kelas seperti berikut :
• VLAN 10 – Staff
• VLAN 20 – Student
• VLAN 30 – Guest
• VLAN 99 – Management
Ketikkan
perintah berikut pada S1 :
S1(config)#vlan 99
S1(config-vlan)#name
Management
S1(config-vlan)#exit
S1(config)#vlan 10
S1(config-vlan)#name
Staff
S1(config-vlan)#exit
S1(config)#vlan 20
S1(config-vlan)#name
Students
S1(config-vlan)#exit
S1(config)#vlan 30
S1(config-vlan)#name
Guest
S1(config-vlan)#exit
5. Konfigurasi IP Address VLAN 99 pada S1, S2, dan S3
S1(config)#interface vlan99
S1(config-if)#ip address 172.17.99.11 255.255.255.0
S1(config-if)#no shutdown
S1(config)#interface vlan99
S1(config-if)#ip address 172.17.99.11 255.255.255.0
S1(config-if)#no shutdown
S2(config)#interface vlan99
S2(config-if)#ip address 172.17.99.12 255.255.255.0
S2(config-if)#no shutdown
S3(config)#interface vlan99
S3(config-if)#ip address 172.17.99.13 255.255.255.0
S3(config-if)#no shutdown
Setelah itu kita konfigurasikan port pada S2, dan S3. Ketikkan perintah berikut :
S2(config)#interface range fa0/6-10
S2(config-if-range)#switchport mode access
S2(config-if-range)#switchport access vlan 30
S2(config-if-range)#interface range fa0/11-17
S2(config-if-range)#switchport mode access
S2(config-if-range)#switchport access vlan 10
S2(config-if-range)#interface range fa0/18-24
S2(config-if-range)#switchport mode access
S2(config-if-range)#switchport access vlan 20
S2(config-if-range)#end
S2#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]? [enter]
Building configuration…
[OK]
S2#
S3(config)#interface range fa0/6-10
S3(config-if-range)#switchport mode access
S3(config-if-range)#switchport access vlan 30
S3(config-if-range)#interface range fa0/11-17
S3(config-if-range)#switchport mode access
S3(config-if-range)#switchport access vlan 10
S3(config-if-range)#interface range fa0/18-24
S3(config-if-range)#switchport mode access
S3(config-if-range)#switchport access vlan 20
S3(config-if-range)#end
S3#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]? [enter]
Building configuration…
[OK]
6. Konfigurasi Default dan Static route pada masing-masing router
R1(config)#ip route
0.0.0.0 0.0.0.0 serial 0/0/0
R1(config)#ip route 172.17.10.0 255.255.255.0 serial 0/0/0
R1(config)#ip route 172.17.10.0 255.255.255.0 serial 0/0/0
R2(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 serial 0/0/0
R2(config)#ip route 172.17.20.0 255.255.255.0 serial 0/0/0
R3(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 serial 0/0/1
R4(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 serial 0/1/0
ISP(config)#ip route 10.1.0.0 255.255.0.0 serial 0/0/1
HASIL
Demikian laporan remidial jaringan komputer dari saya , kurang lebihnya harap dimakhlumi .